Sekitar 10.000 ibu meninggal dunia setiap tahun di Indonesia akibat berbagai komplikasi saat kehamilan, persalinan, dan melahirkan bayi, yang merupakan salah satu angka kematian tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Sementara lebih dari 80.000 bayi baru lahir meninggal setiap tahun terjadi pada usia satu bulan pertama akibat berbagai kondisi yang sebenarnya bisa diberi perawatan, seperti lahir prematur, sesak napas saat lahir, dan keracunan darah saat lahir.

Untuk itu mulai tahun 2012, Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan bekerjasama dengan USAID mencanangankan program peningkatan kesehatan ibu dan anak baru lahir atau Expanding Maternal and Newborn Survival (Emas).

Program ini diharapkan akan berkontribusi terhadap percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir sebesar 25% di Indonesia. Tujuan lain dari program EMAS adalah peningkatan kualitas pelayanan obstetri dan bayi di rumah sakit dan peningkatan jumlah rumah sakit yang terakreditasi secara internasional serta kualitas sistem rujukan.

Namun tentu saja selain peran pemerintah, ibu juga berperan sangat penting bagi penurunan angka kematian anak terutama bayi yang baru lahir.

PERAN IBU DIMULAI DARI MASA KEHAMILAN

Mengapa ibu memegang peranan paling penting dalam mengurangi risiko kematian ibu dan anak? Tentu saja karena penyebab kematian bayi terbanyak di Indonesia disebabkan oleh masalah neonatal seperti berat bayi lahir rendah (BBLR), Asfiksia, Diare, dan Pneumonia, serta beberapa penyakit infeksi lainnya.

Sebetulnya penyakit infeksi ini dapat dicegah dengan imunisasi. Akan tetapi data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan banyak anak yang tidak mendapatkan imunisasi dengan alasan-alasan seperti, takut anak panas, keluarga tidak mengizinkan, tempat imunisasi yang jauh, kesibukan orang tua, seringnya anak sakit, atau tidak tahu tempat imunisasi.

Faktor keterlambatan juga berpengaruh, yakni orang tua terlambat mengenali tanda bahaya kehamilan dan persalinan, terlambat dalam mencapai fasilitas pelayanan kesehatan, serta terlambat mendapatkan pertolongan.

Contoh nyata, lebih dari setengah perempuan di 20 provinsi di Indonesia tidak mampu atau tidak mau menggunakan jenis fasilitas kesehatan apapun, sebagai penggantinya melahirkan di rumah mereka sendiri dengan bantuan dukun bayi atau anggota keluarga. Padahal, perempuan yang melahirkan di fasilitas kesehatan lebih mungkin untuk memperoleh akses ke pelayanan obstetrik darurat dan perawatan bayi baru lahir, meskipun pelayanan ini tidak selalu tersedia di semua fasilitas kesehatan.

FAKTOR PENCETUS LAINNYA

Ada empat kasus yang sering terjadi di Indonesia yang berkontribusi besar dalam meningkatkan risiko kematian ibu dan anak. 4 faktor ini dikenal dengan istilah 4 Terlalu, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan, dan terlalu banyak anak.

Faktor-faktor ini seringkali membuat calon Ibu tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat berkaitan dengan kesehatan diri dan bayinya. Namun, hal ini dapat menurun seiring dengan peningkatan pendidikan ibu, kebersihan rumah tangga dan lingkungan, pendapatan dan akses ke pelayanan kesehatan.

Dengan pengetahuan memadai, Ibu tentu akan lebih berhati-hati dalam merencanakan kehamilan, persalinan, hingga perawatan kesehatan diri dan bayinya sesudah persalinan. Pemerataan pembekalan pengetahuan untuk para calon Ibu inilah yang menjadi tanggung jawab kita semua agar angka kematian ibu, bayi, dan balita bisa semakin berkurang.

Sumber:

http://www.unicef.org/indonesia/id/A5_-_B_Ringkasan_Kajian_Kesehatan_REV.pdf
http://www.depkes.go.id/article/view/15010200001/lindungi-ibu-dan-bayi-dengan-imunisasi.html#sthash.RkBO8l6n.dpuf
http://www.depkes.go.id/article/print/16051800001/undang-undang-lindungi-hak-anak-untuk-dapatkan-pelayanan-kesehatan.html
http://emasindonesia.org/read/what_we_do/1

  Komentar

Komentar Hanya Untuk Member

Komentar hanya bisa dilakukan oleh member IndoHCF.
Belum memiliki akun? klik disini untuk membuat akun baru.

  Baca Juga

Antara JKN, Mudik dan Arus Balik

Untuk Anda yang pulang kampung atau mudik menjelang Lebaran, apa saja hal penting yang harus dipersiapkan sejak jauh hari untuk perjalanan …

Apa Hubungan Antara Vaksin dan Kesehatan Anak?

Untuk Anda yang pulang kampung atau mudik menjelang Lebaran, apa saja hal penting yang harus dipersiapkan sejak jauh hari untuk perjalanan …