Pertolongan pertama atau PPGD dilakukan dengan konsep ‘Rantai Penyelamatan’ yang berupa tahapan tindakan. Tahapan yang ada dalam ‘Rantai Penyelamatan’ membantu memberi prioritas tindakan untuk memastikan korban memiliki kesempatan terbaik untuk bertahan hidup. Kalau kita bisa mengidentifikasi masalah dengan cepat, maka semakin cepat juga akses ke UGD dan penanganan korban, dan semakin besar kesempatan korban terselamatkan.
Minggu lalu kita sudah membahas tentang Rantai Pertama atau Akses Dini, yaitu tahapan mengenali kasus gawat darurat dan dan menghubungi pihak berwenang untuk mendapatkan bantuan bagi pasien. Sekarang kita akan membahas CPR, yang termasuk dalam Rantai Kedua Penyelamatan, yaitu Bantuan Hidup Dasar Dini, yaitu cara mempertahankan jalan napas, memberi bantuan napas, dan mempertahankan sirkulasi tanpa bantuan alat medis.
Apa itu CPR? Jika Anda pernah melihat adegan dalam drama televisi di mana terdapat orang tergeletak di lantai dalam keadaan tak sadar, dan melihat orang lain memberi pernapasan buatan sambil memompa jantung pasien – maka Anda baru saja menyaksikan apa yang disebut dengan CPR.
CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation adalah teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan untuk orang-orang yang detak jantung atau pernapasannya terhenti. Henti jantung mendadak adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia (700.000 orang/tahun). Mengapa demikian? Berhentinya detak jantung memengaruhi peredaran darah yang mengandung oksigen ke otak dan organ vital lainnya. Hal ini bisa memicu kerusakan otak yang dapat mengakibatkan seseorang meninggal dalam hitungan menit.
Bukan tidak mungkin jika Anda sebagai masyarakat awam mengalami atau menyaksikan kasus gawat darurat henti jantung mendadak seperti ini. Lantas, apa yang bisa Anda lakukan saat menyaksikan kasus gawat darurat henti jantung? Jika penderita henti jantung diberi CPR, darah beroksigen bisa kembali mengalir ke otak dan seluruh tubuh, dan dapat membantu menyelamatkan pasien.
Tidak hanya dokter atau tenaga terlatih saja, lho, yang bisa memakai teknik CPR untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Anda sebagai orang awam pun bisa melakukannya. Meski begitu, teknik CPR yang bisa Anda berikan bisa berbeda dibandingkan teknik dokter atau tenaga terlatih.
Bagaimana cara melakukan CPR?
CPR terdiri dari 2 langkah, yaitu Napas Bantuan, dan Pijat Jantung.
1. Napas Bantuan
adalah napas yang diberikan kepada pasien untuk menormalkan frekuensi napas pasien yang di bawah normal menjadi normal kembali (normal: total napas per menit 12 kali).

Prosedur Napas Buatan:
a. Posisikan diri di samping korban
b. Jangan lakukan pernapasan mouth to mouth langsung, gunakan kain sebagai pembatas antara mulut anda dan korban untuk mencegah penularan penyakit.
c. Lakukan chin lift (mengangkat tulang dagu/bagian dagu yang keras ke atas menggunakan dua jari). Gunakan tangan yang bebas untuk melakukan Head Tilt dan untuk menutup hidung pasien (agar udara yang diberikan tidak keluar lewat hidung)
CPR 1
d. Perhatikan dada korban, kemudian tutuplah seluruh mulut korban dengan mulut penolong.
e. Hembuskanlah napas satu kali (jika dada korban mengembang, maka napas yang diberikan sudah masuk), lalu lepaskan penutup hidung dan jauhkan mulut sesaat untuk membiarkan korban menghembuskan napas keluar (ekspirasi), lalu lakukan lagi pemberian napas sesuai dengan perhitungan hingga napas korban kembali normal.
Napas Buatan
Ternyata berbeda, lho, memberi napas bantuan dengan memberi napas buatan. Cara melakukannya sama namun bedanya napas buatan hanya diberikan pada korban yang mengalami henti napas. Napas buatan diberikan sebanyak 2 kali.
Pijat Jantung
Pijat Jantung adalah usaha untuk ”memaksa” jantung memompakan darah ke seluruh tubuh, pijat jantung dilakukan pada korban dengan nadi karotis yang tidak teraba. Pijat jantung biasanya dipasangkan dengan napas buatan.
Prosedur Pijat Jantung:
a. Posisikan diri di samping pasien
b. posisikan tangan tepat di tengah-tengah dada
c. Posisikan tangan tegak lurus korban seperti gambar

CPR 2
d. Tekan dada korban menggunakan tenaga yang diperoleh dari sendi panggul
e. Tekanlah dada kira-kira 4-5 cm (seperti gambar kiri bawah)
f. Setelah menekan, tarik sedikit tangan ke atas agar posisi dada kembali normal (seperti gambar kanan atas)
g. Satu set pijat jantung dilakukan sejumlah 30 kali tekanan, untuk memudahkan menghitung dapat dihitung dengan cara sebagai berikut: satu dua tiga empat - SATU, satu dua tiga empat –DUA, satu dua tiga empat – TIGA, satu dua tiga empat – EMPAT, satu dua tiga empat – LIMA, satu dua tiga empat - ENAM.
Prinsip pijat jantung adalah push deep, push hard, push fast, berikan waktu jantung relaksasi, dan pada saat melakukan prosedur ini penolong tidak boleh diinterupsi.

Sumber:
http://ganalakimiaunpad.blogspot.co.id/2010/09/pertolongan-pertama-gawat-darurat-ppgd.html
http://www.alodokter.com/pelajari-CPR-untuk-selamatkan-nyawa-seseorang

  Komentar

Komentar Hanya Untuk Member

Komentar hanya bisa dilakukan oleh member IndoHCF.
Belum memiliki akun? klik disini untuk membuat akun baru.

  Baca Juga

Apa yang Bisa Saya Lakukan Saat Menghadapi Kasus Gawat Darurat Medis?

Hal-hal Yang Perlu Anda Ketahui Saat Menghadapi Kasus Gawat Darurat Medis? Tradisi mudik menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri suda…

Antara JKN, Mudik dan Arus Balik

Hal-hal Yang Perlu Anda Ketahui Saat Menghadapi Kasus Gawat Darurat Medis? Tradisi mudik menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri suda…