Di tahun 2013, diperkirakan sekitar 21,8 juta anak tidak mendapatkan imunisasi yang bisa menyelamatkan nyawa mereka atau 1 berbanding 5 anak di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia sendiri, Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) baru mencapai 86,8%. Target IDL sendiri di tahun 2019 seharusnya mencapai 93%.

Mengapa imunisasi sangat penting untuk kesehatan anak di Indonesia?

Penyakit infeksi adalah salah satu penyebab terbesar kematian anak di Indonesia. Salah satunya adalah infeksi rotavirus. Sayangnya infeksi ini sering disepelekan padahal menyebabkan dehidrasi berat pada bayi dan anak. Conto dari infeksi ini adalah Diare rotavirus.

Perlu diketahui bahwa Diare rotavirus masih menjadi salah satu penyebab kematian bayi dan anak-anak tertinggi di Indonesia. Bahkan hampir semua anak di dunia pernah mengalami setidaknya satu kali infeksi rotavirus sampai usia mereka lima tahun. Diharapkan dengan adanya imunisasi, pencegahan diare rotavirus dapat dilakukan sedini mungkin.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum mempercayai imunisasi untuk anak dengan alasan yang beragam. Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan beberapa alasan anak tidak diimunisasi antara lain karena takut anaknya panas, keluarga tidak mengizinkan, tempat imunisasi jauh, kesibukan orang tua, seringnya anak sakit, dan tidak tahu tempat imunisasi,

Faktor-faktor tersebut makin diperparah dengan kasus vaksin palsu yang beredar di lapangan akhir-akhir ini. Kasus ini membuat banyak orang tua panik dan semakin ragu untuk memberikan vaksinasi kepada anak-anaknya.

Lantas, apakah kita tetap harus memberi vaksinasi kepada anak kita? Bagaimana cara membedakan vaksin asli dan palsu? Apa yang harus dilakukan jika anak sudah terlanjur diberi vaksin yang ternyata palsu?

Vaksin harus tetap diberikan untuk proteksi terhadap anak. Jika khawatir terhadap pemberian vaksin palsu, orang tua dapat mengecek vaksin yang diberikan. Secara kasat mata, bungkus luar vaksin palsu dan vaksin asli nyaris sama. Anda bisa mengecek apakah tanggal kadaluarsa dan kode unik pada bungkus luar vaksin tersebut berbeda dengan yang tertera pada vaksin di dalamnya. Apabila terdapat perbedaan, ada kemungkinan vaksi tersebut palsu.

Bagaimana jika anak terlanjur diberikan vaksin palsu?

Dampak paling memungkinkan dari vaksin palsu adalah infeksi akibat proses pembuatan vaksin palsu di lingkungan yang tidak steril. Saat pencampuran bisa terjadi kontaminasi bakteri, virus, atau kuman. Sehingga saat disuntikkan anak bisa mengalami infeksi lokal di bekas tempat yang disuntik.

Apabila cairan pembuat vaksin palsu yang terkontaminasi, infeksi bisa meluas ke seluruh tubuh. Jenis infeksinya juga tergantung apa yang mengontaminasi, dan kalaupun terjadi infeksi, kondisi itu berlangsung segera setelah penyuntikan dilakukan.

Dampak vaksin palsu selanjutnya bisa ditinjau dari segi proteksi. Jika anak diberi vaksin TBC palsu, misalnya, dan orang tua tidak segera menyadarinya, maka setelah tumbuh besar, tubuhnya tidak memiliki proteksi dan rentan terhadap kuman.

Perlukah memberi vaksin ulang untuk anak yang diberi vaksin palsu?

Perlu dan memungkinkan untuk dilakukan karena semua jadwal pemberian vaksin bisa dikejar. Misalnya, anak Anda mendapatkan tiga vaksinasi hepatitis B di rumah sakit yang disebut dalam berita vaksi palsu namun sekarang sudah berusia tiga tahun. Anda bisa membawanya untuk mendapat vaksinasi hepatitis B lagi jika khawatir bahwa vaksinasi yang sebelumnya diberikan palsu. Tak perlu khawatir karena vaksinasi itu ulang aman dilakukan karena tidak ada istilah overdosis vaksin.

Sumber:

http://posyandu.org/kesehatan/penyakit-balita/354-diare-dan-ipd-penyebab-tertinggi-kematian-anak-di-indonesia.html
http://www.depkes.go.id/article/print/15010200001/lindungi-ibu-dan-bayi-dengan-imunisasi.html
http://www.depkes.go.id/article/view/15042700004/bersama-tingkatkan-cakupan-imunisasi-menjaga-anak-tetap-sehat.html#sthash.G2BsG8Fh.dpuf
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160714_indonesia_explainer_vaksinasi

  Komentar

Komentar Hanya Untuk Member

Komentar hanya bisa dilakukan oleh member IndoHCF.
Belum memiliki akun? klik disini untuk membuat akun baru.

  Baca Juga

Peranan Ibu Dalam Penurunan Angka Kematian Anak

Sekitar 10.000 ibu meninggal dunia setiap tahun di Indonesia akibat berbagai komplikasi saat kehamilan, persalinan, dan melahirkan bayi, ya…

Bagaimana  Nasib Kesehatan Ibu dan Anak Setelah Program EMAS Berakhir?

Sekitar 10.000 ibu meninggal dunia setiap tahun di Indonesia akibat berbagai komplikasi saat kehamilan, persalinan, dan melahirkan bayi, ya…